Connect with us

MANANDSHARK

Waspadalah, Inilah Hewan Berbahaya Yang Ada Di Laut

Blog

Waspadalah, Inilah Hewan Berbahaya Yang Ada Di Laut

Banyak berbagai hewan laut yang tersebar di dunia ini, mulai dari yang kecil sampai yang besar sekalipun. Ada juga yang jinak sampai yang buas dan berbahaya. Nah, kali ini yang akan kita bahas adalah hewan laut yang berbahaya, yuk kita simak sama-sama artikel ini.

Hewan Laut Yang Berbahaya

Buat kamu yang suka dengan olahraga air pasti sering mengunjungi kolam renang ataupun laut. Tapi, pasti akan lebih seru kalau kita olahraganya di laut. Ya gak harus olahraga juga sih kalau ingin ke laut, kalau kamu lagi liburan juga bisa kok main-main ke laut. Laut merupakan tempat yang menarik sementara itu juga merupakan tempat berbahaya serta ada banyak binatang berbahaya yang hidup di laut. Kita harus berhati-hati saat menikmati laut, terutama ketika menyelam di laut. Ya meskipun laut indah tetapi kamu harus waspada ya dengan hewan laut seperti berikut ini:

Hiu Putih

Hewan yang satu ini merupakan salah satu predator besar yang paling terkenal dari lautan dan pernah membintangi film seperti “Jaws” dan “Deep Blue Sea”. Meskipun film-film ini tidak sepenuhnya akurat menggambarkan hiu putih, namun bahaya hiu putih dalam film tersebut adalah nyata. Dari 100 bahkan lebih serangan hiu yang dilaporkan setiap tahunnya, sepertiga hingga setengahnya dikaitkan dengan hiu putih.

Gimana tidak? Hiu putih memiliki hingga 300 gigi yang berjejer rapi dalam mulut besar mereka. Hiu putih bisa memiliki panjang tubuh lebih dari 15 meter. Meskipun jumlah hiu putih menurun karena kecelakaan dan penangkapan yang berlebihan, namun masih menjadi bahaya yang nyata di lautan lepas. So, harus hati-hati ya kalau berenang di laut.

Ikan Pari

Kebanyakan pari memiliki satu atau lebih stinger (alat penyengat pada pari) berduri sebagai alat pertahanan diri. Panjangnya dapat mencapai 35 cm dengan dua kelenjar racun di bagian bawahnya. Meskipun pari tidak agresif menyerang manusia namun jika mereka tak sengaja terinjak, mereka bisa menyengat. Kontak dengan stinger menyebabkan trauma lokal, nyeri, bengkak, kram otot karena racun dan kemudian dapat mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur. Cedera ini sangat menyakitkan meski jarang mengancam jiwa, tetapi stinger yang menembus area vital dapat berakibat fatal.

Hewan laut paling mematikan di dunia yang ketiga ini begitu banyak menyita perhatian dunia semenjak kematian tragis ahli biologi sekaligus pembawa acara “Crocodile Hunter” Steve Irwin pada 2006. Ekor ikan pari yang berbentuk seperti tombak dan mengandung banyak racun telah menusuk Steve dan membuatnya mengalami gagal jantung dan menyebabkannya meningggal.

Ubur-Ubur

Bentuk dari ubur-ubur ini memang sangat lucu dan unik, banyak orang yang merasa tertarik untuk mendekati bahkan memegang dari hewan lucu ini. Namun jangan salah, dibalik bentuknya yang imut dan lucu tersebut hewan ini memiliki tentakel yang sangat beracun hingga mampu membuat kulit manusia terbakar dalam waktu singkat dengan rasa sakit yang luar biasa seperti di bakar dengan api.

Ubur-ubur sudah lama dikenal sebagai hewan laut yang berbahaya. Hewan yang termasuk dalam kelas Scyphozoa ini memiliki tubuh berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa karena sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. Tercatat sampai saat ini ubur-ubur sudah membunuh sekitar 6000 perenang. Ubur-ubur ini tinggal di laut Australia dan negara-negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia).

Ular laut

Bisa ular laut sangat kuat karena memiliki kekuatan 60 kali bisa ular kobra (bahkan ada ular laut yang kekuatan bisanya mencapai 700 kali ular kobra) dan mengandung enzim-enzim perusak seperti layaknya jenis-jenis ular elapidae. Meskipun memiliki racun sangat sangat kuat, ular laut jarang menggigit manusia dikarenakan mulutnya yang sangat kecil dibandingkan dengan jenis ular lainnya. Biasanya manusia akan tergigit ular laut di daerah ujung jari. Ular ini tidak dapat menggigit manusia di lengan, kaki atau bagian tubuh lainnya karena mulutnya yang kecil tersebut.

Meskipun demikian, ular laut tetap merupakan ancaman bagi para nelayan dan penyelam karena racunnya yang sangat kuat. Pada beberapa kasus gigitan ular laut pada seorang penyelam, penyelam yang berusaha memegang dan tergigit oleh ular laut dapat mengalami kegagalan fungsi jantung dan meninggal sebelum sempat mencapai permukaan air. Walaupun sebenarnya kita tidak perlu takut berlebihan terhadap ular laut, akan tetapi kita perlu tetap waspada pada saat berada di pantai, memancing atau menyelam.

Bulu Babi

Bulu babi atau landak laut (Echinoidea) merupakan hewan laut berbentuk bulat, kecil dan dipenuhi duri yang dapat digerakkan. Mereka biasa tinggal di lautan dangkal sampai kedalaman 5.000 meter. Umumnya mereka berwarna kehitaman, hijau kusam, cokelat, ungu biru dan merah.

Bulu babi memiliki duri yang khas dengan panjang sekitar 1-3 cm, tebal 1-2 mm dan cukup tajam. Pada genus Diadema yang biasa hidup di perairan tropis, durinya amat tipis dan panjangnya dapat mencapai 10-30 cm. Duri bulu babi akan menimbulkan luka menyakitkan ketika menembus kulit manusia, namun tidak terlalu berbahaya jika segera dikeluarkan. Tapi apabila dibiarkan tetap terbenam di kulit, bisa menimbulkan pembengkakan dan infeksi. Beberapa famili bulu babi di perairan tropis seperti Diadematidae dan Echinothuriidae dikenal memiliki duri beracun.

Itu dia hewan laut yang berbahaya dan ketika kamu sedang berolahraga ataupun bermain dan menyelam di laut, kamu harus berhati-hati dengan hewan di atas tersebut. Semoga dengan membaca artikel ini, kamu mendapat pengetahuan yang baru dan bermanfaat.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Blog

To Top